Resmi! Kemenristek Bergabung ke Kemendikbud
Sumber
foto: cnbcindonesia.com
Jakarta, 11 April 2021 –
Kementerian Riset dan Teknologi resmi bergabung dengan Kementerian Pendidikan
dan Budaya. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Riset dan Teknologi atau
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro pada
diskusi virtual bersama Universitas Hasanudin (Unhas) di akun Youtube Unhas,
Minggu (11/4/21).
Seperti yang diketahui,
usulan penggabungan kemendikbud dan kemenristek disetujui oleh DPR RI dalam
rapat paripurna penutupan masa sidang IV tahun 2020-2021, Jumat (9/4/21).
Dalam keterangannya,
Bambang mengaku sedih karena penghapusan kemenristek dari struktur kabinet.
“Secara pribadi saya
juga merasa tidak enak ya, apa ya, merasa sedih, karena boleh dibilang saya
jadi menristek terakhir karena risteknya tidak lagi sebagai kementerian yang
berdiri sendiri ya seperti dulu.” jelas Bambang.
Hal ini tak luput dari
pandangan para pakar. Mengutip tempo.co, pakar kebijakan publik dari
Universitas Indonesia, Eko Prasojo, sebelumnya menyatakan ketidaksetujuannya
atas penghapusan kemenristek dari struktur kabinet. Menurutnya, tugas dan
fungsi kementerian ini masih diperlukan untuk memperkuat kebijakan riset dan
inovasi.
Sebaliknya, penggabungan
akan menambah beban Kementerian dan Budaya yang harus mengurusi pendidikan
dasar, menengah, tinggi, sekaligus kebudayaan.
Namun hingga kini,
Bambang mengaku belum mengetahui kelanjutan status BRIN beserta formatnya di
masa mendatang. Bambang meminta masyarakat untuk tetap mengikuti perkembanan
terkait penggabungan 2 kementerian ini.
Kementerian riset dan
teknologi sudah hadir mulai dari masa pemerintahan Presiden Soekarno. Bahkan BJ
Habibie pernah menjabat sebagai Menristek pada era Presiden Soeharto. (YD)

Komentar
Posting Komentar